Info Admin 0852 7005 5040 pin 5cad584a

Jumat, 22 Desember 2017

Menjawab Artikel Om Doktor

Menjawab Artikel Om Doktor
Oleh Muhammad Rizki Akbar Siregar

Om Doktor: Khilafah itu gak punya dasar hukum
Tholib: Beneran?
Om Dokter: Artikel dibalas artikel, cm bisa jawab gini?
sertai pd uji materinya dalil2 shahih.
Tholib: Dalil Al-Quran
وإذ قال ربك للملائكة إني جاعل في الارض خليفة (Al-Baqoroh;30)
Dan ingatlah manakala Tuhan mu berfiman kepada Malaikat "Sesungguhnya Aku ingin menjadikan Khaloifah di Muka bumi ini.

Bahkan H. Sulaiman Rashid dalam bukunya Fiqih Islam h. 495 menyatakan bahwa hukum mendirikan khilafah adalah wajib dengan 3 alasan yang kuat
1. Ijma' sahabat, sehingga mereka mendahulukan pemusyawarahan pemilihan Khalifah dari pada pengurusan jenzah Rasulullah.

2. Tidak akan bisa menyempurnakan kewajiban selaim dengan adanya khilafah

3. Beberapa ayat Al-Quran dan hadis

Baca sendiri ajha langsung ya Om Doktor

Om Doktor: QS 2:30 itu tafsirnya universal. Heran ada kata khalifah lalu dimaknai bahwa penduduk bumi harus memakai sistem politik khilafiyah.
Dr terjemah aja dah patah dalilnya.
Khalifah=khilafah?

Tholib: Om Doktor belajar sorof dulu untuk merumuskan kholifah dan Khilafah... Khilafah itu isim fail khilafah itu isim masdar... Pernah belajar shorof gak sih???
خلف يخلف خلافة خليفة
Bahkan 2 Imam Jalal dalam tafsirnya تفسير الجلالين h. 6 menjelaskan kenapa di sebut kholifa يخلفني في تنفيد أحكامي في الارض

Kalau bicara mengenai hukum Islam harus berdalil ya om

1. AlQuran
وإذ قال ربك للملائكة إن جاعل في الأرض خليفة

(Om membantah ayatnya)

2. Assunnah
عليكم بسنتي وسنة الخلافاء الرشيدين المهديين

(Om tolak juga)

3. Ijma' Sahabat yang bermusyawarah menentukan khilafah
(Om tolak juga)

4. Fatwa ulama'
يخلفني في تنفيذ أحكامي في الارض
(Om tolak juga)

Om masih muslim kan???



(Tulisan ini sengaja di buat berdasarkan debat dengan salah seorang penggiat media media anti islan yang ngakunya Doktor)

Kamis, 21 Desember 2017

Jarang Piknik

Jarang Piknik
Oleh: Muhammad Rizki Akbar Siregar
Orang jarang piknik bilang begini
"Hadiskan baru ada 200 tahun setelah Rasulullah wafat"
Lalu ia menyebut di sebuah vidio pencatatannya, benarkah demikian?
Dr. Husaini Abdul Majid Hasyim dalam bukunya yang ia karang pada tahun 1978 M. menulis dalam buknya أئمة الحديث النبوي menyatakan bahwa Abdullah bin Amr bin 'Ash menulis hadis2 nabi dalam sebuah Shohifah yang di beri nama Shohifah Shodiqoh. Bahkan Abdullah bin Amr bin Ash berkata kepada Mujahid (salah seirang muridnya)
هذه الصحيفة الصادقة فيها ما سمعت من رسول الله صلى الله عليه وسلم وليس بيني وبينه أحد
Shohifah Shodiqoh ini di dalamnya adalah apa yang aku dengar langsung dari rasul dan tak ada antara ku dan Rasulullah ketika itu seorang pun
(Dr. Husaini Abdul Majid Hasyim-Aimmatul Hadis Annabawi h. 12)
"Lalu kenapa banyak ungkapan mengatakan bahwa Hadis di tulis 200 tahun setelah Rasulullah wafat?"
Pertama perlu di ketahui pembukuan hadis di mulai pada abad kedua hijriyah (101-200 h bukan setelah 200 h) ini juga di akui oleh Dr. Husaini Abdul Majid Hasim
قد كتب ودن في القرن الثاني
Telah di tulis hadis itu pada Abad kedua hijriah.
(Dr. Husaini Abdul Majid Hasyim-Aimmatul Hadis Annabawi h. 14)
"Kenapa demikian bukan kah sahabat di abad pertama sudah menulis hadis?"
لانها ضاعت مع انها اندجمت وذابت في المؤلفت المتأخرة
Karena kebanyakan shohifah2 sahabat telah hilang bersamaan dengan di gabungkan hadis2 di shohifah tersebut kedalap susunan belakangan (Susunan abad ke 2)
Wallahu a'lam

Selasa, 01 Agustus 2017

Status Terahir

Status Terahir
Oleh Muhammad Rizki Akbar Siregar


Bagi seorang wanita yang sudah lama di kekang oleh kata I Love You tentulah ingin kepastian lebih dari seorang lelaki yang bertanggung jawab. Walaupun aku sadar kondisimu saat ini yang tengah dalam perjalanan mencerahkan masa depanmu dan juga kelak anak beserta Isterimu. Tapi layaknya wanita lain aku juga butuh seikat cincin yang mengikatku dan pertanda bukti bahwa aku hanya untuk mu.

Lama waktu berjalan prustasi aku menunggunya, aku kecewa dengannya, lelaki yang ku kenal lama baik namun pecundang untuk membawa mahar kehadapan orang tuaku. Aku hanya bisa menangis di depan bos ku Yani yang begitu setia mendengar curhatan ku bertahun2. Karena cuma dengannya aku bisa menghapus tangis menjadi tawa dengan tingkahnya yang kadang membuat ngakak terbahak2.

Dia orangnya lebih beruntung dari ku, anak orang kaya raya, dan sudah punya warung nasi kecil2an. Sedangkan aku terpaksa harus putus di tengah jalan karena kurang biaya dan sekarang bekerja di warung nasi Yani.

Tak perlu ku ceritakan semua kesederhanaan hidupku. Aku ibaratkan Cinderella anak miskin yang menantikan Pangeran kaya Raya seperti Reza kekasihku saat ini yang sibuk dengan kuliahnya di Ibukota, anak Gedongan yang bertaburan harta mepimpah ruah.
***

Seperti biasanya, di hari Sabtu dan Minggu aku harus berjualan sendirian karena Yani berkuliah, terasa melelahkan siangku kali ini.

Sebuah gerobak Bakso berhenti di depan warung ku. Tau betul aku siapa dia, Deny seorang pedagang bakso keliling baru, yang sering singgah di warungku hanya untuk numpang minum gratis. Kadang aku sewot dengannya dengan kelakuannya tiap hari menggodaku, namun kadang aku juga kasihan dengannya, karena ia seorang anak tunggal namun harus banting tulang demi mencukupi kehidupannya, ia seperti Reza anak tunggal yang di besarkan orang tua tunggal namun jarak kehidupan mereka bak bumi dan langit. Yang satu hidup mewah dan bisa bersekolah, yang satu berjerih payah merantau ke tempatku demi menyambung hidup.
***

Entah kenapa selama dua hari terahir ini aku lebih sering menceritakan kekecewaanku ke Deny, diapun sosok pendengar yang baik walaupun biasanya dia sering ngomong ngelantur di hadapanku. Hari demi hari kedekatanku dengannya makin menjadi sampai ahirnya dia nyatakan isi hatinya, dan bahkan siap menunaikan hajatku yang belum di ijabah Reza. Namun, waktu yang berjalan dua tahun lebih tidak mungkin bisa menandingi kehadiran orang baru yang ku kenal ini. Namun, cinta Reza yang jauh di kalahkan oleh Cinta Deni yang dekat.

Setelah beberapa hari putus komunikasi di malam minggu ini aku di telpon oleh Reza, sialnya aku lagi teleponan panjang dengan Deny, aku tahu ia pasti akan marah kalau tahu aku sedang komunikasi dengan lelaki lain. Maklum, ia orangnya psesiv dan bengis terhadapku. Aku memutuskan untuk meneruskan pembicaraanku dengan Deny sampai larut malam.

Namun rasa berdosa kini menumpuk di hatiku, aku merasa sudah menghianati lelaki yang sudah ku kenal lebih dari dua tahun itu dan ahirnya akupun meneleponnya kembali.

Dengan bengisnya ia mengangkat dan merepetiku sepanjang pembicaraan, aku hanya bisa menangis di dalam hati, bukan semata karena ucapannya, tapi juga atas ketidak setiaanku terhadapnya.

Dan pada malam itu juga terahir aku mengakui kesalahanku dan mengatakan sejujurnya bahwa ada lelaki lain yang saat ini sedang dekat dengan ku, belum usai semua pembicaraanku ahirnya ia mengahiri pembicaraan melalui telepin seluler itu.
***

Hari demi hari ku jalani menjalani kelukaan hati dengan lelaki baru, sambil terus membaca status kelukaan hati mantan kekasih ku Reza. Hal ini pulalah yang membuat Deny kadang kesal dengan ku. Nampaknya Deny menyadari betul bahwa aku belum viaa melupakan kenangan ku bersama Reza. Ambisinyapun untuk dapat segera menghantarkan seikat cincin ke keluargaku pun ku tolak karena hati ini tidak bisa berbohong bahwa pemiliknya adalah Reza.
***

Belakangan aku lihat di facebook kedekatannya dengan bos ku Yani, memang selama ini, Yani dan Reza tidak pernah bertemu tapi aku tak tahu bagaimana kok belakangan ini facebook mereka begiti terlihat mesra dan saling balas2an komentar.

Nampaknya Deny mulai tahu bahwa Reza benar2 tidak akan pernah datang lagi ke kehidupanku, sampai ahirnya memberanikan diri bicara dengan orang tuaku walaupun tanpa di dampingi oleh orang tuanya.

Sepulangnya dari rumah ku orang tuaku bertanya kesiapanku untuk di lamar Deny, namun hatiku yang masih menunggu kedatangan Reza pun tetap menolak Deny. Aku lebih memilih untuk melepas mangga yang sudah di genggaman dan menunggu masaknya mangga di pohon.
***

Makin hari Deny mulai menunjukkan tingkahnya yang kurang senonoh jika aku terus menunda untuk menerima lamarannya, ia seolah sudah memastikan bahwa aku miliknya, padahal setapakpun hati ku belum di milikinya. Aku masih menunggu orang yang lebih dulu memenjarakan aku dalam bui asmara, walaupun saat ini ku tahu dia sudah tak pedulikan aku.
***

Saking palaknya aku dengan kelakuan Deny belakangan ini, aku memutuskan untuk tak berkomunikasi dengannya, Namun malam ini Deny beberapa kali menelepon ku. Namun dengan sikap egois aku tak mengangkatnya.

Namun dering sms berbunyi, sms itu berasal dari Deny yang memohom agar aku mengangkat teleponnya karena ada masalah besar yang harus membuatnya keluar dari kampung ini.

Akupun mengangkat teleponnya dan ternyata Deny di paksa keluar kampung karena masyarakat di dekat kos2anya sering mendapati Deny mabuk2an, di tambah lagi salah satu teman seperantauan Deny kedapatan berdua2an dengan anak Dara pemilik kos2an. Deny pun menyuruhku untuk ketempatnya.

Dengan agak jengkel akupun pergi ke kos2annya. Aku bersyukur ahirnya mataku di bukakan tuhan bahwa Deny yang ku kenal bukanlah orang baik. Dengan kepergiannya nanti mungkin hatiku yang bergejolak akan lebih tentram dengan ketiadaannya di hadapanku.
***

Sesampai ku di sana ku lihat wajahnya juga penuh dengan memar2. Hati ku agak kasihan melihat lelaki pelarian hatiku ini, namun tampaknya ia malah memanfaatkan kesempatan ini. Ia memang lelaki tidak punya rasa jerah sedikitpun. Dia mencoba menyentuhku. Dengan segera ku pekikkan suara kerasku meminta tolong.

"Inilah keinginan terahirku" katanya dengan nafas yang terengah2.

Dengan seketika segerombolan massa masuk menorobos dan memukuli Deny. Aku hanya bisa melarikan diri pulang kerumah. Dan ku kunci pintu kamar ku rapat2. Aku sangat malu jika keluarga ku tahu apa yang terjadi. Walaupun aku masih suci, namun kejadian ini membuat ku kehilangan kemuliaanku yang fitrahnya ku jaga sampai suamikulah yang boleh menyentuhku.

***

Keprustasian yang ku hadapi saat ini membuatku hanya bisa berpikiran bagaimana cara cepat mengahiri hidup.
Yang aku ingat hanya ada anti nyamuk bakar di dalam kamarku yang bisa ku makan dan berharap aku akan segera mati dengannya.

Namun aku tak mau mati begitu saja, aku ingin mengingatkan seluruh pemuda pemudi di luar sana yang masih berpacaran dengan label cinta, itu semua adalah bohong belaka, nyatanya pacaran hanya merusak dan menyakiti tanpa adanya nama cinta.

Sengaja ku tulis ini semua di status terahirku agar kalian sadar bahwa pacaran tidak pernah dilakukan atas dasar cinta, karena cinta menjaga kemurnian bukan merusaknya"

Bersambung
Nantikan Cinta Status Terahir Part II, dan baca juga tulisan saya lainnya di https://rizkibatubara.blogspot.co.id

Demokrasi La Roiba Fih

Demokrasi itu prinsip yang mutlak, pedoman perikehidupan yang bersifat absolute, tidak boleh ditolak, tidak boleh dipertanyakan, bahkan sedikit pun tidak boleh diragukan. Al Qur’an sebagai kitab suci umat islam, boleh dikatakan bahwa dirinya La Raiba Fih, tak ada keraguan padanya. Tetapi menurut undang - undang di negeriku orang boleh meragukan Al Qur’an, tidak melanggar hukum jika meninggalkannya, bahkan terdapat kecenderungan psikologis empiric untuk menganjurkan secara impisit sebaiknya orang menolak dan membencinya.
Tetapi tidak boleh bersikap demikian kepada demokrasi. Demokrasi - lah la raiba fih yang sejati.  Di dalam praktik konstitusi negeriku demokrasi lebih tinggi dari Tuhan. Tuhan berposisi dalam lingkup hak pribadi setiap orang, sedangkan demokrasi terletak pada kewajiban bersama, dan itu berarti juga kewajiban pribadi. Orang tidak ditangkap karena mengkhianati Tuhan, tetapi berhadapan dengan aparat hukum kalau menolak demokrasi.
Minimal diabaikan. Kalau engkau diam - diam tidak memilih demokrasi, engkau dianggap tak ada. Tetapi, kalau sampai engkau mengajak orang di depan umum untuk menolak demokrasi, engkau melanggar hukum.
Parpol itu kebenaran tunggal.Parpol itu satu - satunya yang berhak menyiapkan jalan kehidupan, jalan memilih wakil rakyat dan pemimpin negara. Kalau engkau tidak mau berjalan di jalanan yang disediakan parpol, suara abstainmu tidak dihitung. Kekecewaanmu tidak masuk ke dalam lembaran konstitusi negara.
Engkau tidak bisa berperan apa - apa selain di jalan demokrasi dan parpol. Peranmu harus mendukung dan wajib memilih satu di antara parpol - parpol itu. Aturan negara sendiri hanya memakai bahasa “hak pilih”, itu sebuah retorika budaya dan taktik politik. Sedangkan yang bertugas memakai kata “wajib memilih” alias “haram golput” adalah kaum ulama. Sebab idiom “wajib” itu berada di dalam otoritas kaum ulama, yakni wakil Allah di bumi, yang bertugas menata kehidupan umat manusia berdasarkan matriks “wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram”.
Atas nama demokrasi moralitas, agama, dan etika disampingkan, demokrasi seakan menjadi satu - satunya cara menuntaskan semua permasalahan hidup di negara ini. Dan melalui parpol nantinya arah kehidupan negara itu akan tahu jalannya kemana. Jika kita tidak mengikuti untuk menentukan arah jalan tersebut, maka harus siap - siap menanggung kekecewaan.
Atas nama demokrasi, semuanya dinomor duakan. Hal ini yang mengakibatkan keseimbangan yang bagus dalam penyelenggaraan negara. Dimana masyarakat tidak mengkombinasikan demokrasi dengan budaya yang sudah terbentuk sejak lama di Indonesia sendiri. Dan lagi - lagi masyarakat yang menjadi aktor di dalamnya menjadi korban pula dari demokrasi yang diagungkan ini.
Bahkan karena demokrasi pun ulama mengatakan golput itu haram, hal inilah yang terjadi pada Fatwa Ulama III MUI di Padang Panjang, Sumatera Barat. Hal yang lucu Tuhan sendiri, tidak pernah mengatakan bahwa tidak memilih itu sebuah keharaman, mungkin fatwa dari ulama ini didasari atas ketakutan akan nasib bangsa. Karena pada intinya demokrasi itu dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.
Dan kalau rakyat mau melihat negara ini mengalami perubahan ke arah positif maka “wajib” hukumnya untuk memilih. Suatu hal yang lucu ketika melihat prinsip demokrasi yang mengedepankan kebebasan.

Ayyuhal Demokrasi

Ayyuhal Demokrasi, kekuatan yang di sebut berada di tangan kami nyatanya di gulingkan oleh sekelompok orang yang di sebit partai politik.
Kekuatan Poros Tengah (Partai Islam) di Pemilu lalu mencapai 31,41% Suara Sah Nasional dan 31,2% Suara di Parelemen terpecah belah, bertuan tapi bukan untuk tuan mereka.
Di tahun 2014 Koalisi Indonesia Hebat berhasil mengumpulkan suara sebanyak 37,1% Suara DPR dengan memungut 8,4% Suara PKB (Partai Islam)
Sementara Koalisi Merah Putih berhasil mengumpulkan Suara 62,9% dengan memungut 7,1% Suara PKS, 7% Suara PPP dan 8,7% Suara PAN (Partai Islam)
Pemilu 2014 di rasa gagal oleh umat Islam yang berbuntut ketidak puasan dan Protes keras dimana2 akibat sistem birokrasi yang semakin semberaut.
Harapan muncul di Pemilu 2019, Namun sayang beberapa parpol KMP seperti Golkar, PAN dan PPP kini justru berbalik menikam KMP dengan bergabung ke Koalisi Pendukung Calon Presiden Petahana
Kondisi KMP makin terpuruk dengan munculnya Undang2 pemilu yang mengharuskan Capres harus mengantongi 20% kursi DPR atau 25% suara sah nasional makin menohok ke Prabowo yang di gadang2 bakal menhadang laju pak Jokowi dalam Pilpres 2019.
Pasalnya dengan Demikian Pak Probowo dengan Gerindranya harus bisa membangun Koalisi dengan SBY dan Demokratnya, kalau koalisi ini gagal di pastikan Pak Jokowi akan menjadi calon tunggal dan berkemungkinan melanjutkan kinerjanya dengan segelumit polemiknya.
Ayyuhal Demokrasi, engkau punya selogan Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia, namun kenapa saat ini kami sudah di kekang oleh ketentuan mu.
Kau ibarat seorang diktator otoriter kau bersuara A namun dilapangan kau berbuat B.

Senin, 03 Oktober 2016

Makalah Metode studi Islam


Minggu, 17 Maret 2013
MODEL PENELITIAN KEAGAMAAN

A. Pendahuluan
Sebenarnya penelitian Agama sudah dilakukan beberapa abad yang lalu namun hasil penelitiannya masih dalam bentuk aktual atau perbuatan saja belum dijadikan sebagai ilmu. Setelah bertambahnya gejala-gejala agama yang berbentuk sosial dan budaya, ternyata penelitian dapat dijadikan sebagai ilmu yang khusus dalam rangka menyelidiki gejala-gejala agama tersebut.
Perkembangan penelitian Agama pada saat ini sangatlah pesat karena tuntutan-tuntutan kehidupan sosial yang selalu mengalami perubahan. Kajian-kajian agama memerluka relevansi dari kehidupan sosial berlangsung, permasalahan-permasalahan seperti inilah yang mendasari perkembangan penelitian-penelitian Agama guna mencari relevansi kehidupan sosial dan agama.
Dewasa ini penelitian Agama diisi dengan penjelasan mengenai kedudukan penelitian Agama dalam konteks penelitian pada umumnya, elaborasi mengenai penelitian Agama dan penelitian keagamaan dan konstruksi teori penelitian keagamaan, dari beberapa penjelasan singkat tersebut maka pemakalah perlu mengkaji secara rinci terhadap penjelasan tersebut.

B. Rumusan Masalah
Dari pendahuluan diatas, maka muncul beberapa pertanyaan, yaitu:
1. Apa pengertian penelitian Agama dan penelitian keagamaan?
2. Bagaimana perbedaan antara penelitian Agama dan penelitian  keagamaan?
3. Bagaimana Konstruksi teori penelitian keagamaan?
4. Bagaimana bentuk model-model penelitian keagamaan itu?

C. Pembahasan
1. Arti penelitian Agama
Penelitian (research) adalah upaya sistematis dan objektif untuk mempelajari suatu masalah dan menemukan prinsip-prinsip umum. Selain itu, penelitian juga berarti upaya pengumpulan informasi yang bertujuan untuk menambah pengetahuan. Pengetahuam manusia tumbuh dan berkembang berdasarkan kajian-kajian sehingga terdapat penemuan-penemuan, sehingga ia siap merevisi pengetahuan-pengetahuan masa lalu melelui penemuan-penemuan baru.
Penelitian dipandang sebagai kegiatan ilmiah karena menggunakan metode keilmuan, yakni gabungan antara pendekatan rasional dan pendekatan empiris. Pendekatan rasional memberikan kerangka pemikiran yang koheren dan logis. Sedangkan pendekatan empiris merupakan kerangka pengujian dalam memastikan kebenaran. Dimana metode ilmiah sendiri adalah usaha untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta dengan menggunakan kesangsian sistematis.
Menurut David H. Penny, penelitian adalah pemikiran yang sistematis mengenai berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan dan penafsiran kata-kata.
Di kalangan kaum akademisi dan aktivis sosial khususnya, agama saat ini tidak hanya dipandang sebagai seperangkat ajaran (nilai), dogma atau sesuatu yang bersifat normatif lainnya, tetapi juga dilihat sebagai suatu case study, studi kasus yang menarik bagaimana agama dilihat sebagai obyek kajian untuk diteliti. Dalam perspektif budaya, Agama dilihat bagaimana yang ilahi itu menghistoris (menyejarah) di dalam praktek tafsir dan tindakan sosial. Sehingga dengan demikian agama bukannya sesuatu yang tak tersentuh (untouchable), namun sesuatu yang dapat diobservasi dan dianalisis karena perilaku keberagamaan itu dapat dilihat, dan dirasakan. Terlebih di dalam masyarakat yang agamis seperti Indonesia, yang menempatkan agama sebagai bagian dari identitas keindonesiaan tentu ada banyak problem keagamaan yang menarik untuk diungkap. Kita tidak akan pernah tahu rahasia Agama dan keberAgamaan masyarakat bila kita tidak mampu melakukan penelitian atau kajian, seperti mengapa seseorang itu menjadi sangat militan dengan ajaran agama dan madzhabnya, atau mengapa antar komunitas agama saling berkonflik dan seterusnya.

PETA KONSEP AGAMA





Para ilmuwan sendiri beranggapan bahwa agama juga merupakan objek kajian atau penelitian, karena agama merupakan bagian dari kehidupan sosial kultural. Jadi, penelitian agama bukanlah meneliti hakikat agama dalam arti wahyu, melainkan meneliti manusia yang menghayati, meyakini, dan memperoleh pengaruh dari Agama. Dengan kata lain, penelitian Agama bukan meneliti kebenaran teologi atau filosofi tetapi bagaimana agama itu ada dalam kebudayaan dan sistem sosial berdasarkan fakta atau realitas sosial-kultural. Jadi, kata Ahmad Syafi’i Mufid, kita tidak mempertentangkan antara penelitian Agama dengan penelitian sosial terhadap agama. Dengan demikian kedudukan penelitian Agama adalah sejajar dengan penelitian-penelitian lainnya, yang membedakannya hanyalah objek kajian yang ditelitinya.
Jika penelitian berpijak pada hipotesa, maka tujuan penelitian jelas akan menguji hipotesa. Data digali untuk menguji, bukan membuktikan. Ini jelas sesuai dengan tujuan dari penelitian yakni mencari kebenaran bukan mencari kebenaran.

2. Penelitian Agama dan Penelitian KeAgamaan
Menurut M. Atho Mudzhar, beliau menginformasikan bahwa sampai sekarang istilah penelitian Agama dengan penelitian keagamaan belum diberi batasan yang tegas. Penggunaan istilah yang pertama (penelitian Agama) sering juga dimaksudkan mencakup pengertian istilah yang kedua (penelitian keagamaan), dan begitu sebaliknya. Salah satu contoh yang diungkapkan oleh M. Atho Mudzhar adalah pernyataan A. Mukti Ali yang ketika membuka program pelatihan Penelitian Agama (PLPA) menggunakan kedua istilah tersebut dengan arti yang sama.
Middleton, guru besar antroplogi di New York University berpendapat, “penelitian Agama berbeda dengan “penelitian keAgamaan”, yang pertama lebih menekankan pada materi Agama sehingga sasaran pada tiga elemen pokok yaitu: ritus, mitos dan magik. Yang kedua lebih menekankan pada agama sebagai sistem atau sistem keagamaan (religious system). Sedangkan sasaran “penelitian Agama” adalah agama sebagai doktrin sedangkan sasaran penelitian keagamaan adalah agama sebagai gejala sosial. Sampai disini lalu terlihat bahwa batasan pengertian yang ditawarkan Mukti Ali, penelitian Agama sebagai penelitian tentang hubungan timbal balik antara agama dan masyarakat, terlihat berat sebelah. Sebab definisi justru baru mewakili arti penelitian keagamaan yang lebih bersifat sosiologis dan belum mencerminkan arti penelitian Agama yang lebih bersifat penelitian budaya.
Untuk Penelitian Agama yang sasarannya adalah agama sebagai doktrin, pintu pengembangan metodologi penelitian tersendiri sudah terbuka, bahkan sudah pernah dirintis. Adanya ilmu Ushul Fikih sebagai metode untuk mengistinbatkan hukum dalam agama islam, dan Ilmu Mustalah Hadist sebagai metode untuk menilai akurasi dan kekuatan sabda nabi Muhammad SAW merupakan bukti adanya keinginan untuk mengembangkan metodologi penelitian sendiri, meskipun masih ada perdebatan dikalangan para ahli tentang setuju dan tidaknya terhadap materi kedua ilmu tersebut.
Untuk Penelitian keagamaan yang sasarannya adalah Agama sebagai gejala sosial, tidak perlulah membuat metodologi penelitian tersendiri. Penelitian ini cukup meminjam metodologi penelitian sosial yang telah ada. Memang kemungkinan lahirnya suatu ilmu tidak pernah tertutup, tetapi tujuan peniadaannya adalah agar sesuatu ilmu jangan dibuat secara artifisial karena semangat yang berlebihan.
Dalam pandangan Juhaya S Praja, penelitian Agama adalah penelitian tentang asal-usul Agama, dan pemikiran serta pemahaman penganut ajaran Agama tersebut terhadap ajaran yang terkandung didalamnya. Dengan demikian, jelas juhaya, terdapat dua bidang penelitian Agama, yaitu sebagai berikut:
a. Penelitian tentang sumber ajaran Agama yang telah melahirkan disiplin ilmu tafsir dan ilmu hadist.
b. Pemikiran dan pemahaman terhadap ajaran yang terkandung dalam sumber ajaran Agama itu.
Sedangkan penelitian tentang hidup keagamaan adalah penelitian tentang praktik-praktik ajaran Agama yang dilakukan oleh manusia secara individual dan kolektif. Berdasarkan batasan tersebut, penelitian hidup keagamaan meliputi hal-hal berikut:
a. Perilaku individu dan hubungannnya dengan masyarakatnya yang didasarkan atas Agama yang dianutnya.
b. Perilaku masyarakat atau suatu komunitas, baik perilaku politik, budaya maupun yang lainnya yang mendefinisikan dirinya sebagai penganut suatu Agama.
c. Ajaran Agama yang membentuk pranata sosial, corak perilaku, dan budaya masyarakat beragama.

3. Konstruksi teori penelitian keAgamaan
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, W.J.S. Poerwadarminta Mengartikan konstruksi adalah cara membuat (menyusun) bangunan – bangunan (jembatan dan sebagainya) dan dapat pula berarti susunan dan hubungan kata di kalimat atau di kelompok kata. Sedangkan teori berarti pendapat yang dikemukakan sebagai suatu keterangan mengenai suatu peristiwa (kejadian) dan berarti pula asas-asas dan hukum-hukum umum yang dasar suatu kesenian atau ilmu pengetahuan. Selain itu, teori dapat pula berarti pendapat, cara-cara, dan aturan-aturan untuk melakukan sesuatu.
Teori-teori yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
a. Teori perubahan sosial
b. Teori struktural-fungsional
c. Teori antropologi dan sosiologi Agama
d. Teori budaya dan tafsir budaya simbolik
e. Teori pertukaran sosial
f. Teori sikap
Dengan demikian, penelitian diatas meminjam teori-teori yang dibangun dalam ilmu-ilmu sosial. Ia disebut penelitian keagamaan dalam pandangan Middleton atau penelitian hidup Agama dalam pandangan Juhaya S. Praja.

4. Model- model Penelitian Keagamaan
Berbagai gejala keagamaan dapat diteliti dengan berbagai bentuk penelitian. Bentuk-bentuk penelitian serta klasifikasi metode penelitian dapat dibedakan berdasarka tujuan penelitian. Berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, penelitian keagamaan dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Penelitian Eksploratif
b. Penelitian Deskriptif
c. Penelitian Historis
d. Penelitian korelasional
e. Penelitian Eksperimen
Adapun model penelitian yang ditampilkan di sini disesuaikan dengan perbedaan antara penelitian Agama dan penelitian keagamaan. Akan tetapi, disini dikutip karya Djamari mengenai metode sosiologi dalam kajian Agama, yang secara tidak langsung memperlihatkan model-model penelitian Agama melalui pendekatan sosiologis. Djamari, dosen pascasarjana IKIP Bandung, menjelaskan bahwa kajian sosiologi Agama menggunakan metode ilmiah. Yaitu:

a. Analisis Sejarah
Dalam hal ini, sejarah hanya sebagai metode analisis atas dasar pemikiran bahwa sejarah dapat menyajikan gambaran tentang unsur-unsur yang mendukung timbulnya suatu lembaga. Pendekatan sejarah bertujuan untuk menemukan inti karakter Agama dengan meneliti sumber klasik sebelum dicampuri yang lain.
Seperti halnya Agama Islam, sejarah mencatat bahwa ia adalah Agama yang diturunkan melalui Nabinya yaitu Muhammad SAW berdasarkan kitab sucinya yaitu Al-Qur’an yang ditulis dalam bahasa arab. Islam diturunkan bukan untuk satu bangsa saja melainkan untuk seluruh bangsa secara universal. Sedangkan Agama lain ada yang hanya diturunkan untuk satu bangsa saja seperti yahudi untuk ras yahudi saja.
Menurut ahli perbandingan Agama seperti A. Mukti Ali, apabila kita ingin memahami sebuah Agama maka kita harus mengidentifikasi lima aspek yaitu konsep ketuhanan, pembawa Agama atau nabi, kitab suci, sejarah Agama, dan tokoh-tokoh terkemuka Agama tersebut.
Agama-Agama dipandang dari segi sejarahnya
Perihal Islam Yahudi Nasrani/kristen budha Hindu
Asal usul Nama Tuhan Allah Langsung dari yudha atau yehuda Dari nama bangsa (nazaret) dan nama gelar yesus (kristus) Dari nama tempat gautama Pendirinya budha hindustan
Konsep Tuhan Tauhid Asal tauhid berubah jadi faham chauvinisme Asal tauhid di ubah jadi trinitas Tidak jelas Trimurti
Kitab Al-qur’an Talmud Bibel Tripitakan Wedda
Status Kitab Asli Tidak asli Buatan paulus Renungan budha Berisi mantra 2
Nabi Muhammad Musa Isa Tidak ada Tidak ada
Status Nabi manusia Manusia Tuhan Tidak punya nabi Tidak punya nabi
Pembawa Agama Muhammad Musa Isa Sidarta gautama Tidak ada
Penyebar Sahabat-ulama Rahib Paulus-pendeta Biksu Pendeta
Sifat Agama Universal Eksklusif Universal Tidak universal Tidak universal
Missi Da’wah Bukan missi Missi Bukan missi Bukan missi
Perubahan dari asal Tidak berubah Berubah Berubah Berubah Berubah

b. Analisis Lintas Budaya
Dengan membandingkan pola-pola sosial keagamaan di beberapa daerah kebudayaan, sosiolog dapat memperoleh gambaran tentang korelasi unsur budaya tertentu atau kondisi sosiokultural secara umum.

c. Eksperimen
Penelitian yang menggunakan eksperimen agak sulit dilakukan dalam penelitian Agama. Namun, dalam beberapa hal, eksperimen dapat dilakukan dalam penelitian Agama, misalnya untuk mengevaluasi perbedaan hasil belajar dari beberapa model pendidikan Agama.
d. Observasi Partisipatif
Dengan partisipasi dalam kelompok, peneliti dapat mengobservasi perilaku orang-orang dalam konteks religius. Orang yang diobservasi boleh mengetahui bahwa dirinya sedang diobservasi atau secara diam-diam. Diantara kelebihan penelitian adalah memungkinkannya pengamatan simbolik antar anggota kelompok secara mendalam. Adapun salah satu kelemahannya adalah terbatasnya data pada kemampuan observer.

e. Riset Survey dan Analisis Statistik
Penelitian survey dilakukan dengan penyusunan kuesioner, interview dengan sampel dari suatu populasi. Sampel dapat berupa organisasi keagamaan atau penduduk suatu kota atau desa.

f. Analisis Isi
Dengan metode ini, peneliti mencoba mencarai keterangan dari tema-tema Agama, baik berupa tulisan, buku-buku khotbah, doktrin maupun deklarasi teks.


D. Penutup
Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan:
1. Penelitian Agama berarti menempatkan Agama sebagi objek penelitian
2. Perbedaan antara penelitian Agama dan keagamaan adalah objek penelitiannya.
Penelitian Agama mengkaji Agama sebagai doktrin sedangkan penelitian keagamaan objek penelitian yang dikaji adalah Agama sebagai gejala sosial.
3. Teori dalam konstruksi penelitian keAgamaan diantaranya Teori perubahan sosial, Teori struktural-fungsional, Teori antropologi dan sosiologi Agama, Teori budaya dan tafsir budaya simbolik, Teori pertukaran sosial, Teori sikap
4. Model-model penelitian keagamaan diantaranya adalah Analisis Sejarah, Analisis Lintas Budaya, Eksperimen, Observasi Partisipatif, Riset Survey dan Analisis Statistik, Analisis Isi
Demikian makalah ini kami susun, kami menyadari bahwa makalah kami masih jauh dari kesempurnaan, baik dari segi tulisan maupun kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar menjadi lebih baik kedepannya.


DAFTAR KEPUSTAKAAN

Ali, M, Sayuthi, Metodologi Penelitian Agama, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002.
Buchori, Didin Saefuddin, Metodologi Studi Islam, Bogor: Granada Sarana Pustaka, 2005
Hadi, Amirul, Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung: Pustaka setia, 1998.
Hakim, Atang Abdul, Metodologi Studi Islam, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 1999.
Mudzhar, M. Atho, Pendekatan Studi Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998.
Nata, Abuddin, Metodologi Studi Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002

Selasa, 24 Mei 2016

3 Kerajaan Islam Terbesar Sesudah Umayyah dan Abbasiya

Tiga Kerajaan Terbesar Islam Paska Umayyah dan Abbasiyah
1. Kerajaan Syafawiyah
I. Sejarah Berdirinya Dinasti Syafawiyah
Dinasti Safawiyyah (bahasa persia:  سلسلة صفويان , bahasa Azerbaijan: صفويار) adalah salah satu dinasti terpenting dalam sejarah Iran. Dinasti ini meruapakan salah satu negeri persia terbesar semenjak penaklukan muslim di Persia. Safawiyyah berkuasa dari tahun 1501 hingga 1722 (mengalami restorasi singkat dari tahun 1729 hingga 1736). Pada puncak kejayaannya, wilayah Safawiyyah meliputi  Iran, Georgia, Afganistan, Kaukasus, dan sebagian Pakistan, Turkmenistan dan Turki.
Kerajaan Shafawi didirikan oleh Ismail ibn Haider di wilayah Persia. Penamaan kerjaan ini dengan nama kerajaan Shafawi karena kelahirannya berawal dari gerakan tarekat Syafawiyah. Gerakan tarekat Syafawiyyah didirikan oleh Safi Al-Din Ishak Al-Ardabily(1252-1334 M) yang berpusat di Ardabil Azerbaijan. Ia merupakan murid dari seorang mursyid tarekat di kota Jilan dekat Kaspia, Syeikh Taj Al-Din Ibrahim Zahidi(1218-1301 M) Yang kemudian daimbil menantu menggantikan kedudukannya. Mengenai asal-usul Safi Al-Din, ada dua riwayat yakni ia keturunan Musa Al-Kazim, imam syiah imamiyah dan ia keturuna penduduk asli Iran dari Kurdistan dan seorang Sunni bermadzhab Syafi’i.
Perjalanan tarekat Safawiyyah menuju terbentuknya kerajaan Shafawi dapat di bedaka menjadi dua fase:
1.      Gerakan tarekat murni
Pada fase ini ada dua kecenderungan yang berkembang dalam tarekat tersebut yakni Sunni, saat dipinpin oleh Safi Al- Din, dan Sard Al-Din. Serta Syiah, terjadi setelah wafatnya Sard Al-Din pada masa Khawaja Ali, sikap syiahnya sangat toleran, tapi pada masa Ibrahim ia bersiakap ekstrim.
2.      Gerakan politik
Terjadi pada masa Junaid Ibn Ibrahim(1447-1460). Beralihnya sikap gerakan ini kepada gerakan politik karena gerakan ini mendapat dukungan luas dari masyarakat Persia yang sudah terpengaruh oleh ajaran tarekat Syafawiyyah. Terpengaruh masyarakat pada tarekat ini antara lain karena banyaknya orang Persia yang mencari keterangan hidup dengan memilih jalan hidup tasawuf, sebab bosan dengan suasana hidup yang hidup dengan peperangan dan perebuatan kekuasaan.
Sebelum daulah Syiah Shafawi berkuasa di Iran, wilayah tersebut dikuasai oleh orang-orang mongol Dinasti Ilkhan. Madzhab resmi negeri ini adalah Ahlussunah namun sudah terkonstaminasi dengan paham tasawwuf.
Pada masa Shafiyuddin Ishaq, situasi politik di Iran dan sekitarnya dalam kondisi tidak stabil, rakyat merasa tidak puas dengan pemerintahannya, perbuatan keji tersebar diantara para penguasa, dan lain-lain. Syiah membaca hal ini sebagai peluang mereka. Pada awalnya syiah hanya sebagai gerakan keagamaan, namun pada masa Al-Junaid-cucu Shafiyuddin Ishaq, gerakan madzhab ini berubah menjadi gerakan politik dan Sultan Haidar menetapkan bahwa nasab keluarga Shafawi bersambung dengan Musa bin Ja’far Al-Kazhim.
Deklarasi Syiah sebagai gerakan politik atau pengakuan masukmya kader syiah dalam ranah politik bertujuan untuk memperluas pengaruh mereka dan sebagai sinyal perlawanan terhadap dinasti Ilkhan yang mulai sakit. Gerakan mereka dimulai pada masa Fairuz Syah yang memimpin revolusi perlawan terhadap Ilkhan dan puncaknya di capai pada masa Syah Ismail As-Shafawi dengan berdirinya Daulah Syiah As-Shafawi pada tahun 1501. Saat itulah madzhab resmi Iran berganti menjadi Syiah, dan rakyat dipaksa untuk memeluk pemahaman ini.Syah Ismail tidak peduli bahwa mayoritas rakyat nya adalah orang-orang berpaham ahlussunah. Ia menggerakkan seluruh kemampuan dan pengaruh nya untuk memaksa warga beralih madzhab menjadi syiah.

II. Perjalanan Dinasti Syafawiyah
Selama periode Syafawiyah di Persia, persaingan antara Turki dan Persia semakin nyata untuk mendapatkan kekuasaan. Namun demikian Ismail merasa bahwa saingan terberat adalah Sultan Turki Utsmani, Salim 1. Penyebab ketegangan antara kedua penguasa Muslim (Salim: Sunni dan Ismail: Syi’ah) berasal dari kebencian Salim dan ajaran Syi’ah yang ada didaerah kekuasaannya. Fanatisme Salim membuatnya membunuh 40.000 orang yang dicurigai dan didakwa telah mengingkari ajaran Sunni.
Ketegangan kedua penguasa ini berakhir pada peperangan Chalddiran, Tibriz (6 september 1514M). Persia dipimpin oleh Shakh Ismail menjalankan perang dengan turki, sang shah mengadakan persahabatan dengan Portugis yang ada di India untuk menyerbu Turki dan Mesir dan akhirnya shah dapat mempertahankan Persia.
Pada 1524, shah Ismail wafat. Wilayah kekuasaannya meliputi daerah utara Tranxsosiana sampai teluk Persia di wilayah selatan. Afganistan dibagian Timur hingga dibagian Barat sungai Eufrat. Setelah itu Shah Tamasp putranya diangkat menjadi raja. Pada tahun 1554 M. Dia menjadi penguasa yang paling lama berkuasa di kerajaan Syafawiyah. Setelah ia meninggal dunia, terjadilah benturan antara pangeran syafawi dengan Suku Kijilbash. Tetapi yang paling dekat dengannya adalah anak ke-limanya yaitu Pangeran Haedar Mirza, kedekatan ini yang membuatnya mengumumkan dirinya menjadi pangeran, inilah yang membuat orang Kijilbash menjadi keberatan, akhirnya Haedar Mirza terbunuh.
Kamudian naiklah Ismail Mirza sebagai pangeran yang terkenal sangat kejam dan rakus pada tahun 1576. Dia membunuh delapan pangeran dan lima belas keluarga kerajaan. Pada saat kematiannya rakyat merasa senang karena terbebas dari kediktatorannya. Kemudian Ia digantikan oleh Muhammad Mirza (anak sulung dari Shah Thamasp) yang dijuluki dengan Shah Muhammad Khuda Bandah. Pada periode ini tidak ada kemajuan yang berarti.
Setelah periode ini naiklah Shah Abbas yang pada saat itu berusia enam belas tahun. Ia sangat terkenal dan berhasil menarik simpati rakayatnya dan Ia berhasil menstabilkan kondisi pemerintahan.

III. Perkembanagan dan kemajuan kerajaan Shafawi
a.       Kemajuan dibidang politik
Kerajaan Safawi dan Turki Utsmani sebelum abad ke 17 sudah saling bermusuhan dan safawi sudah mengalami kekalahan,  namun setelah Abas I naik tahta kerajaan safawi dalam merebut wilayah kekuasaan turki utsmani banyak mengalami kemenangan. Permusuhan antara dua kerajaan aliran agama yang berbeda ini tidak pernah padam sama sekali Abas I mengarahkan serangan-serangan nya kewilayah kerajaan Turki Utsmani pada tahun 1602 M. Pada saat itu Turki Utsmani berada dibawah Sultan Muhammad III. Pasukan Abas I menyerang dan berhasil menguasai Tabriz, Sirwan dan Baghdad. Sedangkan Nakh Chivan Erivan, ganja dan Tiflis dapat dikuasai tahun 1605-1606 M. Selanjutnya pada tahun 1622 M. Pasukan Abas I berhasil merebut kepulauan Hurmus dan mengubah pelabuhan Gumurun menjadi pelabuhan Bandar Abas I
            Langkah-langkah yang ditembuh  Abbas I dalam rangka memulihkan politik kerajaan syafawi adalah:
1.      Mengadakan pembenahan administrasi dengan cara pengaturan dan pengontrolan dengan pusat.
2.      Berusaha menghilangkan dominasi pasukan Qizitlash atas kerajaan syafawi dengan cara membentuk pasukan baru yang anggotanya terdiri atas budak-budak yang berasal dari tawanan perang bangsa Georgia, Armenia, dan Sircassia yang telah ada sejak raja Tamh I.
3.      Mengadakan perjjanjian damai dengan Turki Utsmani.
4.      Berjanji tidak akan menghina tiga khalifah pada khotbah jum’at.
b.      Kemajuan dibidang keagamaan
Paham syiah tidak lagi menjadi paksaan, bahkan orang sunni dapat hidup bebas mengerjakan ibadahnya, bukan hanya itu saja, pendeta-pendeta Nasrani diperbolehkan mengembangkan ajaran agama dengan  leluasa sebab sudah banyak bangsa Armenia yang telah menjadi penduduk setia di kota isfahan.
c.    Kemajuan di bidang ekonomi
Stabilitas politik  kerajaan syafawi pada masa abbas I ternyata telah memacu perkembangan perekonomian safawi, terlebih setelah kepulauan Hurmuz dikuasai dan pelabuhan Gumurun di ubah menjadi bandar Abbas. Dengan dikuasainya bandar ini,salah satu jalur dengan laut antara timur dan barat yang bisa diperebutkan oleh belanda,Inggris, dan perancis sepenuhnya menjadi milik kerajaan safawi.
Di samping sektor perdagangan, kerajaan syafawi juga mengalami kemajuan di sektor pertanian terutama di daerah bulan sabit subur (fortilecrescent)
d. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan seni
Dalam sejarah islam, bangsa persia terkenal sebagai bangsa yang berperadaban tinggi dan berjasa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Pada masa ini muncullah  beberapa filosaf antara lain;Ilmuan yang melestarikan pemikiran-pemikiran Aristoteles, A-Farabiadalah Mir Damat alias Muhammada Bagir Damat (w1631M) dengan menulis buku filsafat dalam dua bahasa yaitu arab dan persia, diantaranya yang terkenal qabasat dan taqdisat. (Thohir, 2004:177) selain itu ada filosof yang terkenal yaitu Baha Al-Din Al-Syaerazi, yang selalu hadir di majelis istana, begitu juga dengan Syah Abbas I yang sangat mendukung kegiatan tersebut.
Adapun di bidang seni, kemajuan dalam bidang seni arsitektur di tandai dengan berdirinya sejumlah bangunan megah yang memperindah isfahan sebagai ibukota kerajaan ini. Sejumlah masjid, sekolah, rumah sakit, jembatan yang memanjang diatas Zende Rud dan istana Chihil Sutun. Kota Isfahan juga diperindah dengan kebun wisata yang tertata apik. Ketika Abbas I wafat, di Isfahan terdapat sejumlah 162 masjid, 48 akademi, 1802 penginapan dan 273 pemandian umun. Unsur laiinya terlihat dalam bentuk kerajinan tangan, keramik, permadani dan benda senilainya. Serta ada peninggalan masjid Shah yang di bangun tahun 1611 M dan masjid SyaikhLutf Allah yang di bangun tahun 1603 M.

IV. KEMUNDURAN DAN KEHANCURAN KERAJAAN SYAFAWI
Hancurnya Syafawiyah dimulai sejak wafatnya Abbas I, tetapi kehancuran total mulai terlihat ketika Khalifah Sulaiman berkuasa. Ia balas dendam karena rezim Syi’ah melakukan pemerasan dan penindasan terhadap rakyat, termasuk pemaksaan terhadap ulama dari golongan Sunni agar menerima ajaran Syi’ah. Dan puncak kehancurannya teradi saat kekuasaan Shah Sultan Husein II.
Faktor-faktor yang mendorong kemunduran dan kehancuran kerajaan Syafawi antara lain:
a) Konflik berkepanjangann dengan kerajaan usmani. dimana, menurut kerajaan usmani, kerajaan Shafawi yang beraliran Syiah marupakan ancaman langsung terhadap wilayah kekuasaannya .
b) Dekadensi Moral yang melanda para pemimpin kerajaan Shafawi.pemimpin kerajaan Shafawi yang bernama Sulaiman dan husein adalah pecandu berat narkotika, dan menyenangi kehidupan malam sehingga selama tujuh tahun, tak sekalipun mereka menyempatkan diri menangani pemerintahan .
c) Terjdinya konflik Intern dalam bentuk perebutan kekuasaan di kalangan keluarga istana .
d) Adanya pasukan Ghulam ( budak – budak ) yang di bentuk oleh Abbas I tidak memiliki semangat perang yang tinggi seperti Qizilbash

2. Kerajaan Turki Utsmani
I. Sejarah beridirinya Kerajaan Turki Utsmani tidak terlepas dari peran Dinasti Turki Seljuk yang didirikan oleh Thugrul Bek (455 H/1063 M) selanjutnya diperintah berturut-turut oleh Alp Arselan (455-465H/1063-1072M), Maliksyah (465-485H/1072-1092), Mahmud (485-487H/1092-1094M), Barkiyaruq (487-498H/1094-1103), Maliksyah II  (498H/1103M), Abu Syuja’ Muhammadi (498-511H/1103-1117M), dan Abu Haris Sanjar (511-522H/1117-1128M). Dan pemerintahan ini disebut Al-Salajikah Al-Kubra (Seljuk Besar atau Seljuk Agung).
Pada masa Thugrul Bek, Turki Seljuk sebelum membebaskan Baghdad dari Syi’ah, sebelumnya mereka telah menguasai daerah Marwa dan Naisabur, Balkh, Jurjan, Tabaristan, Khawarizm, Ray dan Isfahan dan terus menerus melakukan Ekspansi. Sehingga wilayah-wilayah dibagi menjadi lima bagian: Seljuk Besar, Seljuk Kirman, Seljuk Irak dan Kurdistan, Seljuk Syiria, serta Seljuk Rum.
Dan Seljuk Rum adalah Seljuk yang menguasai daerah Khawarizm dan Asia Kecil, di tempat inilah  penguasa daerah Khawarizm dan Asia Kecil atau Seljuk Rum yakni Sultan Alaudin (Sultan Terakhir Seljuk Rum)  menerima kedatangan kerabat-kerabat mereka dari Khurusan pada abad ke 13 M akibat pengusiran bangsa Mongol. Mereka-mereka inilah yang nantinya mendirikan Dinasti Turki Utsmani. Dan Bangsa Mongol dalam catatan sejarah disebutkan bahwa mereka masih 1 kerabat atau 1 keturunan dengan Seljuk dan Utsmani.
Kerajaan Turki Usmani didirikan oleh suku bangsa pengembara yang berasal dari wilayah Asia Tengah yang termasuk suku kayi. Ketika bangsa Mongol menyerang dunia Islam, pimpinan suku kayi yaitu Sulaiman Syah, mengajak anggota sukunya untuk menghindari serbuan bangsa Mongol dan lari kebarat (seljuk rum).
Ertoguhl (Berkuasa 1230-1280an)  adalah pemimpin orang-orang Turki dari Khurusan yang membantu Sultan Alaudin dalam mengahadapai dan dapat mengalahkan serangan pertama Mongol, akibat jasa-jasa orang-orang Turki Utsmani yang dipimpin Ertoguhl dari Khurusan ini, mereka mendapat hadiah berupa sebidang tanah di Asia Kecil yang berbatasan  dengan Ibu Kota Byzantium Yakni Konstantinopel. Tetapi ketika itu status Ertoghul bukan sabagai Sultan melainkan Gubernur di daerah Asia Kecil.
Ertoghul (Al-Tugril) mendirikan Ibu Kota yang bernama Sugut. Disanalah lahir puteranya yang pertama bernama Usman pada tahun 1258 M. kemudian al-Tugril meninggal dunia pada tahun 1288 M. sejak itulah Usman mendeklarasikan dirinya sebagai Sultan dan berdirilah Dinasti Turki Usmani. Usman memindahkan ibu kota ke Yeniy.
Sultan Alaudin terbunuh ketika serangan Mongol yang ke-dua pada tahun 1300 M. Terbunuhnya Sultan menandakan berakhirnya Kesultanan Seljuk Rum. Maka setelah itu Usman mengumumkan dirinya sebagai pemimpin yang berkuasa penuh.

II. Perjalanan Tirki Usmani
Setelah Usman meninggal pada tahun 1326 M, kemudian Ia digantikan oleh puteranya yang bernama Orkhan (Urkhan). Pada periode ini tentara Islam pertama kali masuk ke Eropa karena Orkhan berhasil membentuk tiga pasukan utama tentaranya yang terdiri dari: Sipahi (tentara regular), Hazab (terntara ireguler) yang digaji pada saat mendapatkan harta rampasan perang (Mal Al-Ganimah). Ketiga yaitu tentara Jenisari yang direkrut pada saat berumur dua belas. Karena tentara tersebut menyalah gunakan kekuatan mereka, sehinga pada masa Sultan Mahmud II berkuasa tentara ini dibubarkan.
Setelah itu Sultan Mahmud II digantikan oleh puteranya yang bernama Murad I yang berhasil menaklukkan banyak daerah seperti Adrionopol, Masedonia, Bulgaria, Serbia dan Asia Kecil. Namun yang paling monumental adalah penaklukkan di Kosovo (1389 M) sehingga daerah tersebut selama lima ratus tahun dikuasai oleh pemerintahan Turki Usmani. Walaupun banyak menghadapi peperangan Sultan Murad I tidak pernah terkalahkan, sehingga ia dijuluki Alexander pada Abad pertengahan.
Setelah itu Murad digantikan oleh puteranya yang bernama Bayazid yang terkenal dengan julukan Ildrim/Eldream (kilat). Bayazid dengan cepat menaklukkan daerah-daerah sekitar dan memperluas wilayahnya sampai ke Eropa. Sepeninggal Bayazid Turki Usmani mulai mengalami kemunduran. Selanjutnya Turki Usmani dipimpin oleh Muhammad yang berhasil mengmbalikan Turki Usmani seperti sedia kala, dia berhasil menstabilkan Turki Usmani dan atas keberhasilannya ini para sejarawan mensejajarkannya dengan Umar II (Umar bin Abdul Aziz) dari dinasti Umayyah.
Setelah Muhammad meninggal, ia digantikan oleh Murad II ia berhasil merebut kembali daerah-daerah kekuasaan di Eropa (Kosovo) yang sempat lepas setelah Bayazid meninggal.
Penaklukkan Konstantinopel oleh Kesultanan Utsmaniyah pada 29 Mei tahun 1453 saat dipimpin oleh Muhammad II atau yang dalam sejarah lebih dikenal dengan nama Muhammad al-Fatih mengukuhkan status kesultanan tersebut sebagai kekuatan besar di Eropa Tenggara dan Mediterania Timur.
Pada masa ini Kesultanan Utsmaniyah memasuki periode penaklukkan dan perluasan wilayah, memperluas wilayahnya sampai ke Eropa dan Afrika Utara di bidang kelautan, angkatan laut Utsmaniyah mengukuhkan kesultanan sebagai kekuatan dagang yang kuat. Perekonomian kesultanan juga mengalami kemajuan berkat kontrol wilayah jalur perdagangan antara Eropa dan Asia. Pada saat itulah kehancuran bagi Bizantium yang sudah berkuasa sebelum masa Nabi. Sultan Muhammad al-Fatih  juga berhasil menaklukkan Venish, Italy, Rhodos dan Cremia yang terkenal dengan Konstantinopel II.
Setelah Al-Fatih meninggal, ia digantikan oleh puteranya yang bernama Bayazid II, kemudian dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Salim I, ia terkenal sebagai penguasa yang sangat kejam. Dalam sejarah Eropa, ia dikenal sebagai Salim The Grim.  Ia menaklukkan Asia Kecil, Persia, Kaldrin dan Mesir dan juga berhasil menaklukkan Sultan Mamluk (1517 M). Ia juga memindahkan Khalifah Bani Abbas ke Konstantinopel. Dengan pemindahan jabatan sacral dari Kairo ke Konstantinopel, maka sejak itu nama kota tersebut berubah menjadi Istambul.
Sepeninggal Salim I, ia digantikan Sulaiman Agung 1520-1566 M, ia merupakan penguasa Usmani yang berhasil membawa kejayaan Islam. Ia dijuluki sebagai Sulaiman Al-Qanuni. Sulaiman merupakan pemimpin yang paling terkenal di kalangan Turki Usmani dan pada awal abad ke-16 ia adalah kepala Negara yang paling terkenal di dunia. Sulaiman juga berhasil menerjemahkan Al-Qur’an dalam bahasa Turki.
Bahkan pada saat terjadi pertentangan antara protestan dan katolik di Eropa, sebagian diantara mereka meminta suaka politik kepada Khalifah Sulaiman. Setelah Sulaiman, kerajaan Turki Usmani mengalami kemunduran.

III.                 Kemajuan Kerajaan Turki Utsmani
Dimulainya kemajuan Turki Utsmani tidak lain pada masa Sultan Muhammad Al-Fatih,  dalam menaklukkan Konstantinopel . Setelah melakukan penaklukkan Konstantinopel selama 54 hari, selanjutnya Al-Fatih melakukan ekspansi-ekspansi ke daerah-daerah Eropa lainnya.
Di masa Al-Fatihlah kebangkitan Eropa dimulai. Dimulai dari komando ketentaraan hanya mutlak dipegang oleh Sultan bukan Menteri-Menteri ataupun Gubernur. Baris-berbaris, teknologi persenjataan perang dan keharomonisan beragama.
           pada masa Salim I sistem pemerintahan Kesultanan berubah menjadi sistem Kekhalifahan. Dimasanya usaha-usaha untuk menyatukan Umat Islam pun terjadi, ketika daerah-daerah Islam lainnya lebih cendrung kepada perdamaian dengan tentara Salib dan Portugis dan enggan menghadapi Portugis yang menguasai Yerussalem, seperti Dinasti Mamalik di Mesir.  Selanjutnya pada masa Sulaiman I perundang-undangan dibuat sebagai suatu kejelasan hukum ketertatanegaraan yang disebut Multaqa al-Abhur.
        Faktor-faktor yang menyebabkan sehingga Turki Usmani memperoleh kemajuan antara lain :
a.              Adanya sistem pemberian hadiah berupa tanah kepada tentara yang berjasa.
b.             Tidak adanya diskriminasi dari pihak penguasa.
c.              Kepengurusan organisasi yang cakap.
d.             Pihak Turki memberikan perlakuan baik terhadap saudara-saudara baru dan memberikan kepada mereka hak rakyat secara penuh.
e.              Turki telah menggunakan tenaga-tenaga profesional dan terampil.
f.              Kedudukan sosial orang-orang Turki telah melirik minat penduduk negeri-negeri Bahkan untuk memeluk agama Islam.
g.             Rakyat memeluk agama Kristen hanya dibebani biaya perlindungan (jizyah) yang relatif murah dibandingkan pada masa Bizantium.
h.             Semua penduduk memperoleh kebebasan untuk menjalankan kepercayaannya masing-masing.
i.               Wilayah-wilayah Turki menjadi tempat perlindungan orang-orang Yahudi dari serangan kerajaan Kristen di Spanyol dan Portugal pada abad XVI.
C.                Pendidikan Di Masa Utsmaniyah
Adapun aspek-aspek intelektual yang dicapai yaitu:
a.                   Terdapat dua buah surat kabar yang muncul pada masa itu, yaitu berita harian terkini Feka (1831) dan jurnal Tasfiri efkyar (1862) dan terjukani ahfal (1860).
b.                  Terjadi tranfomasi pendidikan, dengan mendirikan sekolah-sekolah dasar dan menengah (1881) dan perguruan tinggi (1869), juga mendirikan Fakultas kedokteran dan fakultas Hukum. Disamping itu para belajar yang berprestasi dikirim ke Prancis untuk melanjutkan studinya, yang sebelumnya itu tidak pernah terjadi.
Sedangkan pada masa Sultan Mahmud II ada beberapa usaha pembaharuan dalam bidang pendidikan antara lain:
a. Pendidikan Umum Tahun 1838
b. Pendidikan Militer Tahun 1826

IV. Kemunduran Dan Kehancuran Kerajan Utsmani
Tiga faktor keruntuhan Kerajaan Turki Usmani:
1.      Kelemahan para Sultan dan sistem birokrasi
Ketergantungan sistem birokrasi sultan Usmani kepada kemampuan seorang sultan dalam mengendalikan pemerintahan menjadikan institusi politik ini menjadi rentang terhadap kejatuhan kerajaan. Seorang sultan yang cukup lemah cukup membuat peluang bagi degradasi politik di kerajaan Turki Usmani. Ketika terjadi benturan kepentingan di kalangan elit politik maka dengan mudah mereka berkotak-kotak dan terjebak dalam sebuah perjuangan politik yang tidak berarti. Masing-masing kelompok membuat kualisi dengan janji kemakmuran, Sultan dikondisikan dengan lebih suka menghabiskan waktunya di istana dibanding urusan pemerintahan agar tidak terlibat langsung dalam intrik-intrik politik yang mereka rancang. Pelimpahan wewenan kekuasaan pada perdan menteri untuk mengendalikan roda pemerintahan. Praktik money politik di kalangan elit, pertukaran penjagaan wilayah perbatasan dari pasukan kefelerike tangan pasukan inpantri serta meluasnya beberapa pemberontakan oleh korp Jarrisari untuk menggulingkan kekuasaan merupakan ketidak berdayaan sultan dan kelemahan sistem birokrasi yang mewarnai perjalanan kerajaan Turki Usmani.
2.      Kemerosotan kondisi sosial ekonomi
Perubahan mendasar terjadi terjadi pada jumlah penduduk kerajaan sebagaimana terjadi pada struktur ekonomi dan keuangan. Kerajaan akhirnya menghadapi problem internal sebagai dampak pertumbuhan perdagangan dan ekonomi internasional. Kemampuan kerajaan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mulai melemah, pada saat bangsa Eropa telah mengembangkan struktur kekuatan ekonomi dan keuangan bagi kepentingan mereka sendiri. Perubahan politik dan kependudukan saling bersinggungan dengan perubahan penting di bidang ekonomi. Esentralisasi kekuasaan dan munculnya pengaruh pejabat daerah memberikan konstribusi bagi runtuhnya ekonomi tradisional kerajaan Turki Usmani.
3.      Munculnya kekuatan Eropa
Munculnya politik baru di daratan Eropa dapat dianaggap secara umum faktor yang mempercepat proses keruntuhan kerajaan Turki Usmani. Konfrontasi langsung pada dengan kekuatan Eropa berawal pada abad ke XVI, ketika masing-masing kekuatan ekonomi berusaha mengatur tata ekonomi dunia. Ketika kerajaan Usmani sibuk membenahi Negara dan masyarakat, bangsa Eropa malah menggalang militer, Ekonomi dan tekhnologi dan mengambil mamfaat dari kelemahan kerajaan Turki Usmani.
Faktor-faktor keruntuhan Kerajaan Turki Usmanin dapat dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu: secara internal dan eksternal, secara internal, yaitu:
Ø Luasnya wilayah kekuasaan dan buruknya sistem pemerintahan yang ditangani oleh orang-orang berikutnya yang tidak cakap, hilangnya keadilan, merajalelanya korupsi dan meningkatnya kriminalitas, merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap keruntuhan kerajaan Usmani,
Ø Heterogenitas penduduk dan agama,
Ø Kehidupan yang istimewa dan bermegahan dan
Ø Merosotnya perekonomian Negara akibat peperangan Turki mengalami kekalahan.
Secara eksternal, yaitu:
Ø Timbulnya gerakan nasionalisme bangsa-bangsa yang tunduk pada kerajaan Turki berkuasa, mulai menyadari kelemahan Dinasti tersebut,
Ø Terjadinya kemajuan tekhnologi di Barat, khususnya dalam bidang persenjataan. Sedangkan Turki mengalami stagnasi Ilmu pengetahuan sehingga jika terjadi perang, Turki selalu mengalami kekalahan.
Perang dunia pertama melengkapi proses kehancuran kerajaan Turki Utsmani, pada bulan desember 1914, Turki Usmani melibatkan diri dalam perang dunia dan berada di pihak Jerman dan Austria. Bantuan militer dan ekonomi Jerman, kekuatan terhadap kekuatan Rusia serta keinginan keinginan untuk menyelamatkan kendali Turki Usmani menjadi alasan ketelibatan Turki dalam peristiwa tersebut. Pada tahun 1918, aliansi bangsa-bansa Eropa mengalahkan aliansi militer Jerman, Turki dan Austria. Memasuki tahun 1920, kerajaanTurki Utsmani kehilangan keseluruhan propinsi yang ada di semenanjung Baalka, Mesir menjadi kemudian Negara protektorat Inggris dan bebas secara total dari kekuasaan kerajaan Turki Utsmani.
            Sebagaimana Daulah-Daulah Islamiyah sebelumnya yang runtuh. salah satu akibat kemunduran Utsmaniyah adalah terjadinya kemorosotan moral yang menimpa Sultan Murad II sehingga terjadi kekecauan dimana-mana, ditambah lagi Sultan Muhammad III yang bermoral lebih jelek lagi. Karena terjadinya kekacauan dimana-mana, Austria berhasil memukul mundur Utsmaniyah. Dan juga terjadi pemberontakan-pemberontakan Daerah atau Provinsi yang ada di Utsmaniyah yang menginginkan kemerdekaan lepas dari Utsmaniyah.

3. Kerajaan Mughol
I. Sejarah Berdirinya Kerajaan Mughol
Secara umum Zahiruddin Muhammad atau lebih di kenal Babur adalah pendiri dinasti Mughal. Babur adalah seorang Turki Chagahai yang masih memiliki hubungan darah atau keturunan Timur Lenk. Pada tahun 1500, Babur menjadi penguasa Farghanah yaitu menggantikan Ayahnya Umar mirza bin Abu Said ketika itu ia baru berumur sebelas tahun. Walaupun ia masih muda, tapi semangatnya matang, hal ini terbukti pada tahun 1496, dia berusaha menaklukkan Samarkhan walaupun belum berhasil, namun dalam serangan berikutnya pada 1497, Samarkhan dapat ditaklukkan.Kemenangan Babur atas ekspansi di wilayah Samarkand tidak lepas dari adanya dukungan dan bantuan dari kerajaan Safawi. Sehingga dalam beberapa peperangan kerajaan Mughal selalu mendapatkan kemenangan. Pada 1525 M, Babur meneruskan perjalanannya menuju Punjab, dan dalam pertempuran tersebut Punjabpun dapat ditaklukkannya, ini merupakan kesempatan baik bagi Babur untuk mengadakan serangan ke Delhi, dimana pada waktu itu Sultan Ibrahim Lodi sedang berselisih dengan pamannya, Alam pada 21 April 1526 M, terjadilah peperangan yang dahsyat di panipat, Sultan Ibrahim dengan gigih mempertahankan negeri bersama 100.000orang tentara dan 1000 kendaraan Gajah. Namun Babur mampu memenangkan pertempuran karena ia menggunakan senjata api nerupa Meriam, dan akhirnya Sultan Ibrahim Lodi gugur bersama 25.000 pasukannya. Kemenangan demi kemenangan ekspansi didapatkan oleh pasukan Babur. Selanjutnya pasukan Babur dapat menguasai Gogra dan Bihar dari tangan Mahmud Lodi (saudara Ibrahim Lodi) pada 1529. Ini merupakan kesempatan untuk Babur untuk mendirikan kerajaan Mughal di India. Selain itu anaknya yang bernama Humayun disuruh untuk menaklukkan kota terbesar kedua di India yaitu Agra, serta kota-kota penting lainnya, Babur juga berhasil menaklukkan kerajaan-kerajaan lain yang terdapat dianak benua India, termasuk juga kerajaan-kerajaan Hindu. Dibawah pimpinan Amir Mahmud beserta 100.000 pasukan Islam memporak-porandakan pasukan Hindu di Khanwa. Raja dari kerajaan Hindu yaitu Rana Sangga, mati terbunuh dalam peristiwa yang terjadi pada tahun 1527.

II. Perjalanan Kerajaan Mughol
Babur meninggal pada tahun 1530 M, kemudian pemerintahan diteruskan oleh puteranya yang bernama Humayun. Pada pemerintahannya ia terlibat dalam beberapa peperangan diantaranya pada tahun 1535 M di Baksardekat Barnas melawan pasukan Sher Khan. Humayun kalah dalam pertempuran tersebut. Pada pertempuran kedua Humayun mengalami kekalahan yang serupa sehingga harta rampasan perang dikuasai oleh Sher Khan, karena kalah akhirnya Humayun melarikan diri. Dalam pelariannya ia sempat menikah dengan putri Hamidah Banu Begumdan lahirlah puteranya yang bernama Akbar Agung pada 23 November 1542. Ia berusaha mengkonsoloidasi sisa-sisa pasukannya. Humayun menghadap Sultan Syafawiyah yang bernama Sheh Thamasp untuk meminta bantuan. Setelah disetujui, iapun mempu menaklukkan Kandahar dan Kabul.
Sementara itu setelah Shekh Khan (yang berhasil mengalahkan Humayun) meninggal pada tahun 1545 M, anak-anaknya tidak dapat memlihara pusaka kerajaan yang telah diwariskan. Mereka saling berebut kekuasaan sehingga kekuatan Negara menjadi pecah. Kesempatan inilah yang dimanfaatkan oleh Humayyun untuk merebut kembali kekuasaan yang sempat terampas darinya. Oleh karena itu pada November 1555 M Lahore dapat ditaklukkan. Ia pun melanjutkan perjalanan menuju Delhi. Ditengah perjalanan ia dihadang oleh pasukan Iskandar Shah, akan tetapi Humayyun dan pasukannya dapat melumpuhkannya dan Delhipun dapat direbut kembali. Namun tidak berselang lama Humayun wafat, tepatnya pada tanggal 24 januari 1556 M.
Setelah Humayun wafat, ia digantikan oleh puteranya yang bernama Muhammad, yang diberi gelar Abu Fath Jalaluddin dan yang paling terkenal adalah Sultan Akbar Agung. Ia menjadi raja terbesar diantara raja-raja Mughal di India. Kekuasaannya melingkupi seluruh wilayah anak benua India. Pada awal pemerintahanya, ia diserang oleh sisa-sisa kerajaan Afgan yang masih berkuasa di Bihar, Ayudhiya, dan Bangla dibawah pimpinan Adil Khan. Namun akhirnya mereka dapat dikalahkan oleh pasukan Akbar Agung dan mengaku tunduk padanya.
Setelah Sultan Akbar meninggal, puteranya Sultan Salim diangkat menjadi penggantinya, yang dijuluki dengan gelar Jahanggir. Jahanggir menikah dengan putri Persia yang bernama Mahruun Nisa’, setelah menjadi permaisuri diberi gelar Nurjannah. Karena kecintaannya terhadap permaisuri, ia terlena. Sang istri mulai mencampuri urusan kenegaraan, akibatnya kewibawaan dari Sultan Salim mulai luntur. Terjadilah pemberontakan yang dilakukan oleh puteranya sendiri yang bernama Khurram. Ia dipenjarakan sampai menemui ajalnya.
Setelah Jahanggir meninggal, kerajaan diperebutkan oleh kedua puteranya yaitu Shah Jahan dan Asaf Khan. Perselisihan tersebut akhirnya dimenangkan oleh Shah Jahan (1628 M) yang kemudian diberikan gelar Abul Muzaffar Sahabuddin Muhammad Sahib Qiran-e-Sani, sedangkan saudaranya ditangkap dan dipenjarakan, dan matanya dibutakan. Pada waktu ia menjadi raja Shah Jahan telah menikah dengan Mumtaz Mahal, dan dari pernikahannya tersebut, ia dikaruniai enam anak, yaitu 2 orang laki-laki dan 4 orang perempuan.

Shah Jahan mampu menaklukkan Galkon, Bidar dan Baijapur dengan dibantu oleh puteranya. Namun akhirnya terjadi perselisihan diantara putera-puteranya untuk menggantikan kedudukannya. Aurangzeb dapat mengalahkan saudaranya, dia membujuk ayahnya agar diizinkan masuk ke istana dengan membawa bala tentaranya dan berjanji untuk tidak akan mengganggu kedudukan ayahnya, tetapi Aurangzeb mengingkari janjinya, dia melumpuhkan ayahnya dan memenjarakan ayahnya

Aurangzeb termasuk berhasil dalam menjalankan pemerintahan, karena dia mampu memberikan corak keislaman di tengah-tengah masyarkat Hindu. Aurangzeb mengajak rakyatnya untuk masuk Islam. Ia memerintahkan untuk menanam arca-arca Hindu dibawah jalan-jalan menuju Masjid agar orang Islam setiao harinya menginjak arca-arca tersebut. Kebijakan Aurangzeb itu banyak menuai kritik dari kalangan Hindu, diantaranya kerajaan Rajput yang pada awalnya mendukung kerajaan Mughal tapi kemudian menentanganya. Tindakannya yang sewenang-wenang itu pula yang akhirnya membawa kerajaan Mughal mengalami kemunduran.

III. Kemajuan Yang Dicapai.
1.     Bidang Administrasi.
Dalam kaitannya dengan bidang administrasi, Pemerintahan Mughal di India membagi wilayahnya menjadi 20 provinsi. Yang setiap-setiap provinsi dikepalai oleh seorang gubernur yang bertanggung jawab kepada sultan, pemerintahan Mughal juga memiliki tata cara administrasi, gelar resmi serta tata mata uang yang seragam. Bahasa resmi di tingkat birokrasi pemerintahan dan dalam dokumen-dokumen resmi kenegaraan memakai bahasa Persia.

2.     Bidang Ekonomi.
Kerajaan Mughal berhasil mengembangkan program pertanian, sehingga sumber keuangan negara lebih banyak bertumpu pada sektor pertanian. Dari hasil pertanian ini yang kemudian menjadi komoditi ekspor Mughal ke berbagai kawasan seperti, Eropa, Afrika, Arabia dan Asia Tenggara. Sejumlah komoditas andalan tersebut di antaranya adalah kain, rempah-rempah, opium, gula, garam, wol dan parfum.

3. Bidang Karya Seni dan Arsitektur
Di masa pemerintahan Islam di India, Mughal, muncul hasil karya-karya yang indah. Para penguasanya banyak yang menyukai keindahan. Itu terlihat misalnya pada sikap mereka terhadap sepak terjang dalam dunia arsitektur. Dalam kaitannya dengan karya seni arsitektur inilah,dengan sintesa yang dilakukannya, berdirilah bangunan Fetehfur Sikri di Sikri Lae Qila dan Masjid Jama di Delhi, makam Jahangir dan taman Shalimar di Lahore serta Taj mahal di Agra, bangunan yang indah dan megah yang hingga kini masih sering dikunjungi wisatawan dari nerbagai Negara.
Demikian juga di bidang seni, saat itu sejumlah karya para penyair seperti Urfi, Naziri, dan Zunuri, menduduki posisi-posisi tinggi dalam sejarah puisi Persia. Puisi-puisi karya mereka bukan saja memiliki karakter tersendiri tetapi juga mengandung filsafat hidup. Salah seorang penyair sufi alegoris Hindu decade pertama Mughal di antaranya adalah Malik Muhammad Jaisi, sementara itu seorang penyair lain yang hidup pada masa Jahangir adalah bernama Tulib Amuli.

4. Bidang Pendidikan
Dalam dunia intelektual, ada kemajuan yang dialami oleh pemerintahan dinasti Mughal di India. Studi-studi di bidang yang di anggap keilmuan “ non agama “ seperti logika, filsafat, geometri,geografi, sejarah, politik, dan matematika di galakkan. Semangat itu juga di tunjang dengan di bangunnya berbagai sarana-sarana pendidikan. Pada zaman pemerintahan Mughal dipimpin oleh Syah Jahan dan Aurangzeb, mereka membangun sekolah-sekolah tinggi, di samping juga pusat pengajaran di Lueknow. Kualitas pendidikan madrasah yang muncul pada periode-periode selanjutnya yaitu Madrasah Deoband. Ini membuktikan bahwa dunia intelektual pemerintahan Mughal di india cukup eksis.

III. Kemunduran dan kehancuran Kerajaan Mughol
Sebab-sebab kehancuran kerajaan Mughol
Pertama, perebutan kekuasaan antara keluarga. Hampi semua keturunan Babur umumya mempunyai watak yang keras da ambisius. Semua berebut kekuasaan sehingga terjadi perang saudara.
Kedua, pemberontakan oleh Ummat Hindu yang pada saat itu mayoritas, sedangkan Islam merupakan minoritas karena penguasa yang terakhir memimpin melakukan pendekatan masuknya Islam lebih kepada jalur politik bukan pada jalur dakwah cultural. Sehingga membuat sebagian garis keras orang-orang Hindu tidak senang dan berontak. Sehingga pemberontakan demi pemberontakan tidak dapat dielakkan lagi.
Ketiga, Serangan dari pihak atau kekuatan luar. Serangan dari luar semula dilakukan oleh kerajaan Syafawi di Persia, kemudian dilanjutkan dengan serangan dari Afganishtan. Pangkal perselisihan antara Mughal dan Syafawi adalah karena rebutan daerah Kandahar.
Keempat, kelemahan ekonomi. Kemunduran politik Mughal sangat menguntungkan bangsa-bangsa barat untuk menguasai jalur perdagangan.